untuk setiap metamorfosa yang digenapi ruang waktu yang membuatku jengah...
hakaakkakakkakkakkakaakk
i like my environment.. i like to read tempo magazine from the behind... that's all
Friday, October 29, 2010
Monday, October 25, 2010
hmmmmmmmmm
jingga,,
ajari aku
tentang bahasa matamu
adakah cinta dalam lembut sinar matamu
yang melayangkanku pada dimensi waktu?
karena sebelum ku temu ragamu,
tak ada yang mampu
membuatku mengerti
tentang cinta
tentang kasih
tentang ketulusan
namun, terlambat memang saat ku sadari rasa itu
betapa aku berharap ada
dalam setiap tawa
dan air matamu
betapa aku ingin menggenggam erat jemarimu
betapa ku sesali membiarkanmu pergi tanpa ungkapan kata
tahukah engkau jingga?
aku tertawa dan menangis untukmu
selalu untukmu...
untukmu ke seribu kalinya...
dengan kesaksian langit, polaris,bulan serta bintang....
dan juga sang neptunus yang menaungiku
ku tanggalkan rinduku...
membuka lembaran baru...
Jakarta, 2010
ajari aku
tentang bahasa matamu
adakah cinta dalam lembut sinar matamu
yang melayangkanku pada dimensi waktu?
karena sebelum ku temu ragamu,
tak ada yang mampu
membuatku mengerti
tentang cinta
tentang kasih
tentang ketulusan
namun, terlambat memang saat ku sadari rasa itu
betapa aku berharap ada
dalam setiap tawa
dan air matamu
betapa aku ingin menggenggam erat jemarimu
betapa ku sesali membiarkanmu pergi tanpa ungkapan kata
tahukah engkau jingga?
aku tertawa dan menangis untukmu
selalu untukmu...
untukmu ke seribu kalinya...
dengan kesaksian langit, polaris,bulan serta bintang....
dan juga sang neptunus yang menaungiku
ku tanggalkan rinduku...
membuka lembaran baru...
Jakarta, 2010
(dini hari)
to: jingga "sumber inspirasi tiada tara"
aku lupa
sejak kapan aku mulai nyaman di sisimu
aku ingin tetap dekat denganmu
berimajinasi tentang setiap kata yang terurai indah dari ke dua katub bibirmu
yang seringkali membeku
yang mampu menyita anganku
namun aku lupa sejak kapan aku mampu tertawa renyah
aku lupa
aku hilang bentuk
saat tak menemukanmu
dan aku lupa
jika hari ini
kau berada di tanah lain
dan aku masih mendekap analisa
dalam kata
tentang kau
tentang cinta
tentang aku yang belum mampu
beranjak mencari-cari bayangmu...`
Jakarta, 23 Oct 2010
aku lupa
sejak kapan aku mulai nyaman di sisimu
aku ingin tetap dekat denganmu
berimajinasi tentang setiap kata yang terurai indah dari ke dua katub bibirmu
yang seringkali membeku
yang mampu menyita anganku
namun aku lupa sejak kapan aku mampu tertawa renyah
aku lupa
aku hilang bentuk
saat tak menemukanmu
dan aku lupa
jika hari ini
kau berada di tanah lain
dan aku masih mendekap analisa
dalam kata
tentang kau
tentang cinta
tentang aku yang belum mampu
beranjak mencari-cari bayangmu...`
Jakarta, 23 Oct 2010
Friday, October 22, 2010
mengingat hari
nafasku tercekat di surga
saat kuldi mengusikku di antara pancaran purnama
pilu
perih
menatap rumahku yang ditinggalkan keindahan
senyum, rengekan anak kecil, canda tawa,
meruak menjauhi kami
sepi menyelubungi pancaran mata ibu
ayah masih duduk menghisap rokok dan diam dalam angan
dan aku sedang mengingat-ingat
kemarin kita tertawa-tawa bersama
dan tak pernah ada kesunyian di hari-hari kami
jakarta, 22 Okt 2010
saat kuldi mengusikku di antara pancaran purnama
pilu
perih
menatap rumahku yang ditinggalkan keindahan
senyum, rengekan anak kecil, canda tawa,
meruak menjauhi kami
sepi menyelubungi pancaran mata ibu
ayah masih duduk menghisap rokok dan diam dalam angan
dan aku sedang mengingat-ingat
kemarin kita tertawa-tawa bersama
dan tak pernah ada kesunyian di hari-hari kami
jakarta, 22 Okt 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)