jingga,,
ajari aku
tentang bahasa matamu
adakah cinta dalam lembut sinar matamu
yang melayangkanku pada dimensi waktu?
karena sebelum ku temu ragamu,
tak ada yang mampu
membuatku mengerti
tentang cinta
tentang kasih
tentang ketulusan
namun, terlambat memang saat ku sadari rasa itu
betapa aku berharap ada
dalam setiap tawa
dan air matamu
betapa aku ingin menggenggam erat jemarimu
betapa ku sesali membiarkanmu pergi tanpa ungkapan kata
tahukah engkau jingga?
aku tertawa dan menangis untukmu
selalu untukmu...
untukmu ke seribu kalinya...
dengan kesaksian langit, polaris,bulan serta bintang....
dan juga sang neptunus yang menaungiku
ku tanggalkan rinduku...
membuka lembaran baru...
Jakarta, 2010
No comments:
Post a Comment