Friday, October 22, 2010

mengingat hari

nafasku tercekat di surga
saat kuldi mengusikku di antara pancaran purnama
pilu
perih
menatap rumahku yang ditinggalkan keindahan
senyum, rengekan anak kecil, canda tawa,
meruak menjauhi kami
sepi menyelubungi pancaran mata ibu
ayah masih duduk menghisap rokok dan diam dalam angan
dan aku sedang mengingat-ingat
kemarin kita tertawa-tawa bersama
dan tak pernah ada kesunyian di hari-hari kami

             jakarta, 22 Okt 2010

No comments:

Post a Comment